Zoom Meeting dan Webinar Universitas Baturaja Bahas Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan di Kabupaten OKU

oleh -852 Dilihat

SIGAP86.COM – Universitas Baturaja mengadakan Zoom Meeting dan Webinar yang membahas dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Acara ini mengundang Drs. H. Ahmad Firdaus M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU sebagai pemateri utama yang diwakili oleh Kepala Bidang PPLH Dinas Lingkungan Hidup, Febrianto Kuncoro, S.KM, M. KM,.Senin,09 Oktober 2023.

Zoom Meeting ini merupakan platform interaktif yang dipandu oleh Ibu Alip Susilowati Utama, M.I.P, seorang Dosen Ilmu Pemerintahan di Universitas Baturaja. Acara zoom meeting yang diwakili oleh Kepala Bidang PPLH Dinas Lingkungan Hidup, Febrianto Kuncoro, S.KM, M. KM, sebagai pemateri yang memberikan wawasan mendalam tentang dampak pembangunan di Kabupaten OKU terhadap lingkungan hidup.

Baca Juga :  Semangat Tim Relawan YPN Mensosialisasikan Yudi Purna Nugraha SH Menjadi Bupati OKU 2024 Semakin Berkobar

Poto WEBINAR zoom meeting di Universitas Baturaja

 

Peserta Webinar dengan seksama mengikuti diskusi hingga akhir acara. Acara ini merupakan hasil kerja sama yang baik oleh tim penyelenggara yang dipimpin oleh Yuyung Aswandi.

Diskusi ini bertujuan untuk membahas dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup dan pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan. Dokumen lingkungan diangkat sebagai pedoman bagi pelaku usaha untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Pemateri menyoroti pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dengan memperhatikan faktor lingkungan hidup. Prinsip pembangunan berwawasan lingkungan berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Negara Dirugikan 300 Jt. 2 (Dua) Pegawai Dinas Pertanian Ditetapkan Kejari OKU Sebagai Tersangka Tindak Pidana Korupsi.

Dasar hukum yang menjadi landasan pembangunan berwawasan lingkungan adalah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pemateri menegaskan bahwa melanggar aturan dan hukum mengenai pembangunan berwawasan lingkungan dapat mengakibatkan dampak negatif, seperti pencemaran air, udara, tanah, global warming, dan gangguan pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mematuhi peraturan dalam melaksanakan pembangunan demi kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.(Jim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.