Tim BPOM Provinsi Sum-Sel Menemukan Cendol Yang Menggunakan Pewarna Tekstil dan Mie Basah Yang Mengandung Formalin

oleh -946 Dilihat

Baturaja, sigap86.com- Tim Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Selatan menemukan dagangan yang biasa dimakan untuk berbuka puasa yaitu Cendol yang menggunakan bahan pewarna tekstil dan Mie basah yang mengandung formalin di Pasar tradisional Baturaja dan Pasar Beduk Ramadhan 1444 H Taman Kota Baturaja Kamis. ( 30/03/2023 ).

Teddy Nirawan Plt Kepala BPOM Provinsi Sumatera Selatan pada kesempatannya saat berada di rumah Dinas Bupati Kabupaten OKU mengatakan, setelah dilakukan uji melalui sampel dari beberapa pedagang makanan dan minuman ditemukan cendol dengan bahan pewarna tekstil di Pasar Atas dan Pasar Beduk Ramadhan Taman Kota sedangkan Mie basah yang menggunakan formalin ditemukan di Pasar Atas Baturaja.

Baca Juga :  YPN Bersama Karang Taruna Desa Gunung Meraksa Kecamatan Lubuk Batang Sukses Menggelar Lomba Mancing.

“Setelah kita cek langsung di lokasi ditemukan cendol tersebut menggunakan bahan pewarna tekstil (rodamine B) atau wantex dan mie basah yang berformalin, hal tersebut nantinya kami akan koordinasikan kepada Pj Bupati OKU bersama Dinas terkait lainnya untuk melakukan penelusuran dari mana cendol dan mie basah tersebut diperoleh,”jelasnya.

Dia mengatakan, Rodamine B atau pewarna tekstil atau wantex jika dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, terutama anak – anak dapat menyebabkan kanker. Sedangkan Mie basah yang berformalin dapat menggangu kesehatan khususnya ginjal dan menggangu fungsi hati.

“Jika didapati ada unsur kesengajaan dalam menggunakan bahan berbahaya pada makanan dan minuman yang diperjual belikan, maka kepada penjual atau pembuat makanan tersebut akan kami kenakan sanksi Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan,”ucapnya.

Baca Juga :  Kepala SMP Negeri 13 OKU Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2021 Yang Ke 75 Tahu 2021

Namun jika tidak ditemukan unsur kesengajaan, tim BPOM akan memberikan pembinaan kepada pedagang maupun pembuat. “Dalam UU nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan Pasal 75 ayat 1 Sanksi yang melanggar adalah ancaman pidana penjara selama 5 tahun penjara atau denda uang paling banyak sebesar yaitu Rp. 10.000.000.000. ( Sepuluh Milyard Rupiah ),”tegasnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah mengucapkan terima kasih atas hasil penemuan dari pihak BPOM Sumatera Selatan yang telah menemukan bahan makanan yang mengunakan zat pewarna tekstil dan Formalin yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga ( IRT) Hendak Akhiri Hidupnya Terjun Di Jembatan Musi II Diselamatkan Polisi.

“Kita sudah sampaikan kepada pihak BPOM Sumsel untuk berkoordinas dengan pihak Polres OKU agar untuk kali ini ditindak lanjuti jangan lagi diberi kemudahan supaya ada efek jera bagi pelaku dan tobat bagi mereka,”tegas PJ Bupati OKU

Pada kegiatan Sidak dan uji makanan dan minuman tersebut BPOM Provinsi Sumatera Selatan turut melibatkan Pemerintah Daerah Setempat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Sat Pol PP OKU serta Dinas terkait lainnya.(*)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.