Petugas BPN Daerah Diminta Waspadai Beredarnya Girik Palsu

oleh -1035 Dilihat

photo Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi.

Jakarta,sigap86.com- Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Teuku Taufiqulhadi meminta petugas BPN di berbagai wilayah untuk mewaspadai beredarnya girik palsu.

“Saya minta dan berharap BPN di seluruh Indonesia dapat memitigasi praktik mafia tanah salah satunya dengan mewaspadai beredarnya girik palsu,” kata Taufiqulhadi

Taufiqulhadi menjelaskan girik palsu sering kali digunakan oleh mafia tanah di lapangan untuk menguasai lahan secara ilegal.

Baca Juga :  SD Negeri 97 Oku Sambut Sosialisasi Dari Tim BRI Life Kanwil Palembang

Mafia tanah biasanya akan membeli sebagian lahan yang diincarnya, kemudian secara perlahan menguasai lahan yang ada di sekitarnya dengan menerbitkan girik palsu.

“Jadi setelah mafia tanah itu menemukan lahan yang potensial untuk dikuasai, maka biasanya mereka akan membeli sebagian lahan itu lalu dibuatlah girik palsu untuk menguasai lahan di sekitarnya,” ujarnya.

Selanjutnya, mafia tanah juga akan meminta persetujuan atau pengesahan girik palsu tersebut kepada kelurahan atau kepala desa setempat hingga ke pengadilan.

Baca Juga :  Polsek Baturaja Timur, Polres OKU, Melakukan Penangkapan Pelaku Kasus Tindak Pidana.

Girik palsu itu kemudian dimintakan persetujuannya ke lurah atau kepala desa, dan setelah dokumen lengkap mereka membawa girik palsu itu ke pengadilan.

Taufiqulhadi mengingatkan petugas BPN untuk tidak terlibat dengan jaringan mafia tanah.

Kementerian ATR/BPN tak segan akan melakukan tindakan tegas kepada oknum internal BPN yang ketahuan membantu praktik-praktik mafia tanah.

“Saya minta teliti, cek keaslian girik, dan petugas BPN pasti faham mana girik yang asli dan yang palsu. Jangan pura-pura tidak tahu kalau girik ini ternyata palsu,” tegasnya.

Baca Juga :  Hari yang Sakral: Dedy Triayanto dan Puput Angraini Resmi Menempuh Hidup Baru

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.