Pemda OKU Selatan Belum Pastikan Pelaksanaan Sholat Idul Adha

oleh -1345 Dilihat

OKU Selatan,sigap86.com
Jelang hari raya Idul Adha 1442 H tahun 2021 dan penyembelihan qurban ditengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan gelar rapat. Jum’at (02-07-2021).

Rapat tersebut membahas tentang penyelenggaraan solat Idul Adha dan pelaksanaan qurban di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, terkait situasi dan kondisi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Hingga saat ini, pemerintah Kabupaten OKU Selatan belum memutuskan boleh atau tidaknya penyelenggaraan solat Idul Adha dan qurban.

Pada rapat yang berlangsung di Ruang rapat Sekda OKU Selatan tersebut, H Romzi., SE, selaku Sekda OKU Selatan mengungkapkan, kondisi Pandemi Covid-19 memang fluktuatif sehingga sulit ditebak.

Baca Juga :  PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Dan Nelayan Dari KTNA Nasional

Dikatakan Sekda untuk saat ini Pemerintah Daerah OKU Selatan, masih berpedoman pada surat edaran yang dikelurkan Kemenag dan pemerintah yang lebih tinggi.

“Surat edaran dari pemerintah yang lebih tinggi ini menyebut sangat tergantung dengan zonasi, jika berstatus zona orange atau merah maka kegiatan akan dibatasi bahkan dihentikan termasuk kegiatan keagamaan yang mengundang kerumunan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, penyelenggaraan solat idul adha dan pelaksanaan qurban di tengah pandemi ini telah menjadi pertanyaan banyak masyarakat apa boleh dilaksanakan di masjid dan di lapangan atau dilaksanakan di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Raden Adipati Surya Canangkan Program Gerakan Wakaf Uang Rp. 2.000 / Minggu

Untuk saat ini, OKU Selatan dalam kondisi zona kuning namun hal tersebut belum diketahui bagaimana ke depan sehingga perlu rapat lanjutan untuk memutuskan bagaimana penyelenggaraan solat idul adha dan pelaksanaan qurban di kabupaten OKU Selatan.

“Jadi karena ini masih fluktuatif kita ikuti edaran kemenag, dan nanti akan ada rapat lanjutan. Kita berusaha dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tak lupa berdoa agar Covid-19 di Kabupaten OKU Selatan ini terkendali,”ujarnya.

Ditambahkannya, presiden juga sudah menginstruksikan agar daerah menerapkan PPKM khususnya di daerah Jawa dan Bali. Tak sampai di situ, Gubernur Sumsel juga telah mengeluarkan kebijakan ganjil genap (kendaraan) untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Polres OKU, Wujud Peduli Kepada Purnawirawan Polri 

“Saat ini yang sedang melaksanakan isolasi ada delapan orang, di antaranya tujuh orang di RSUD Muaradua dan satu orang menjalani isolasi mandiri, serta meninggal dunia 26 orang”.jelasnya

Adapun terkait kesepakatan dari hasil rapat tersebut, disetujui oleh para peserta rapat seperti Kepala Kantor Kemenag OKU Selatan, perwakilan MUI dan beberapa pihak lainnya.(sigap86.com)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.