Pemagaran dan Pasang Baliho Penguasaan Fisik 12,66 Ha Tanah Milik Mardalena Binti Hasan Sahri.

oleh -1149 Dilihat

Baturaja OKU, sigap86.com//Pemegang kuasa lahan AIDA.S.pd bersama keluarga ibu Mardalena Binti Hasan Sahri melakukan langkah penguasaan lahan pemagaran dan pemasangan baliho untuk penguasaan fisik tanah seluas 12,66 Hektare yang merupakan tanah milik ibu Mardalena Binti Hasan Sahri, bertempat dilokasi jalan arah barak Abdeling 2 PT Minanga Ogan Desa Kurup Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering ulu (OKU) Propinsi Sumatra Selatan, Sabtu (04/02/2023).

Pemasangan baliho tertulis ” pengumuman, dilarang memasuki atau melakukan Aktivitas apapun di dalam lokasi tanah ini tanpa seizin pemilik tanah ibu Mardalena selaku pemilik lahan seluas 12, 66 hektar.
Pasal 551 KUHP.

Subianto menyampaikan kepada awak media sigap86.com, kronologis penyerobotan tanah oleh perusahaan PT Minanga Ogan milik ibu Mardalena Binti Hasan Sahri luas lahan 12,66. Hektar, ini selama 40 tahun di tanami kelapa sawit oleh perusahaan tidak ada kontribusi apapun dengan keluarga ibu Mardalena, kita ini merasa di jajah dengan perusahaan PT Minanga Ogan.”ujarnya

Baca Juga :  Kemendagri Imbau Pemda Perhatikan Harga Bahan Pokok Menjelang Lebaran Tahun 2024 Ini.

Subianto menyebutkan, tanah seluas 12,66 hektar di kawasan Abdeling 2 lintas jalan Cor beton ini sudah dikuasai pihak perusahaan PT Minanga Ogan selama 40 tahun, berkali-kali pihak keluarga menempuh jalur mediasi belum temu titik terang, tanggal 2 February 2023 kepala BPN kabupaten OKU untuk memfasilitasi proses mediasi pemilik lahan ibu Mardalena Binti Hasan Sahri dengan perusahaan PT Minanga Ogan teryata gagal dilakukan mediasi karena pihak perusahaan mangkir undangan dari kepala BPN kabupaten OKU.” Ujarnya.

Baca Juga :  Menjelang Kegiatan HUT OKU Selatan Ke 19, Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesra Ajak OPD Bekerja Sama.

“Untuk itu kami sebagai pemilik lahan sah secara hukum, berharap bisa memiliki dan menggarap tanah kami lagi yang selama 40 tahun di kuasai oleh perusahaan PT Minanga Ogan tidak pernah mendapatkan hasil apa-apa tanah kami sendiri dan kami berharap pihak perusahaan mempunyai hati nurani, ingat kita sama-sama orang Indonesia, jangan jadi penjajah, ingat Murka Allah SWT.” Kata Mardalena.

Sementara itu, Ketua LSM MAKI. Masyarakat Anti Kurupsi Indonesia Madani Subianto yang didampingi Team kuasa lahan Besama keluarga ibu Mardalena memasang pagar dan Masang baleho sudah dua titik.

“Kami minta tanah tersebut dikembalikan kepada ibu Mardalena Binti Hasan Sahri, Bilamana penyerobotan tanah tersebut tidak segera dikembalikan kepada ibu Mardalena Binti Hasan Sahri maka langkah kami pertama, akan meminta kepada BPN kabupaten OKU untuk memblokir sertifikat (HGU) Hak guna usaha. kedua akan melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD kabupaten OKU menuntut pihak perusahaan PT Minanga Ogan segera mengembalikan lahan ibu Mardalena Binti Hasan Sahri.
Kami berkomitmen akan berjuang untuk memberantas mafia-mafia tanah yang ada di desa-desa.

Baca Juga :  Kades Batumarta Unit 1 Gelar Tasyakuran Aqiqah Anak Ketiga R.A Qirani Shafana Almahyra.

Penyerobotan Tanah Ada di Pasal 385 KUHP Dalam KUHP Buku II Bab XXV, perbuatan curang seperti penyerobotan tanah dapat diancam dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun. Pasal 385 terdiri dari 6 ayat ini mendefinisikan secara jelas akan tindakan kejahatan tersebut.

( Team).

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.