Jumat Keramat, Peraih Walikota Terpopuler, Yana Mulyana Terjaring OTT KPK

oleh -1059 Dilihat

Jakarta,sigap86.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan giat tangkap tangan di Bandung, Jawa Barat.

Pada Jumat keramat tersebut, KPK menciduk sejumlah pejabat. Satu di antaranya Walikota Bandung Yana Mulyana.

Kabar Wali Kota Bandung Yana Mulyana Terjaring OTT KPK dibenarkan oleh Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

Yana Mulyana di OTT KPK diduga terkait dugaan suap program Bandung Smart City.

“Betul terkait program Bandung Smart City,” kata Ali Fikri pada wartawan, Sabtu, ( 15/04/2023 ).

Ali mengatakan Yana diduga menerima suap atas pengadaan CCTV dan jasa penyedia jaringan internet di program tersebut. Selain Yana, KPK juga menangkap delapan orang lainnya yang diketahui beberapa di antaranya merupakan pejabat Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Baca Juga :  Polres OKU Serta Forkompinda OKU Nonton Bareng , Pagelaran Wayang Orang

“KPK juga mengamankan bukti uang,” tambah Ali Fikri.

Yana Mulyana diduga menerima suap dengan jumlah miliaran rupiah. Namun temuan bukti awal saat OTT masih berjumlah ratusan juta rupiah, sehingga ada kemungkinan terus bertambah.

Ali melanjutkan saat ini para pihak yang sudah ditangkap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

“Jadi masih akan dikonfirmasi lebih dahulu kepada para pihak terperiksa,” ujar Ali.

Untuk diketahui, di Pilkada Bandung 2018, Yana yang berasal dari Partai Gerindra maju sebagai wakil walikota berpasangan dengan Oded Muhammad Danial yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca Juga :  Hadiri Pengukuhan Pengurus PORDI OKU, Ketua Kormi OKU Yenni Elita S.Pd.,MM Adalah Ajang Silaturrahim

Namun Oded meninggal dunia pada 10 Desember 2021 karena serangan jantung, sehingga posisinya sebagai Walikota digantikan oleh Yana. Yana seharusnya menjabat hingga akhir 2023 ini.

Yana Mulyana pernah dinobatkan sebagai Walikota Terpopuler di Media Digital Sub Kategori Wali Kota oleh Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022. Dalam penghargaan tersebut Kota Bandung meraih empat penghargaan langsung.

Empat penghargaan tersebut yaitu untuk kategori Pemimpin Terpopuler di Media Digital Sub Kategori Wali Kota, kategori Instutusi Terpopuler di Media Digital Sub Kategori Pemerintah Kota, silver winner kategori Media Internal sub kategori video Profil, dan Bronze winner Pelayanan Informasi Publik Sub Kategori Laporan Pelayanan Informasi Publik.

Baca Juga :  Politisi PDI Perjuangan Melaksanakan Sosialisasi Perda no 03 Tahun 2020 Tentang Adaptasi

AHI merupakan ajang kompetisi kinerja Komunikasi dan keterbukaan informasi lembaga publik di tingkat Kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), BUMN, anak usaha BUMN, dan BUMD se-Indonesia.(*)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.