Jelang Kelulusan Anaknya, Wali Murid SD Negeri 63 OKU Akui Pernah Dipungut Rp 100 Ribu Cuma Untuk Penuhi Keperluan Ini ? 2 November 2022olehRedaksi Sigap86.com

oleh -1117 Dilihat

Baturaja,sigap86.com- Meski pungutan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) tidak diperbolehkan, namun masih saja terjadi dengan berdalih untuk berbagai macam kebutuhan sekolah yang dibebankan kepada wali murid oleh pihak sekolah itu sendiri.

Padahal diketahui, pemerintah terus mensosialisasikan bahwa tidak dibenarkan adanya pungutan biaya Sekolah, karena hal tersebut sudah ditanggung oleh Pemerintah Daerah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah atau sering disebut Dana BOS.

Namun hal tersebut seolah tidak mempan dan tidak dihiraukan oleh diduga salah satu penyelenggara pendidikan di Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, seperti yang terjadi di SD Negeri 63 OKU yang berlokasi di Desa Sukamaju, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

Diduga dengan modus alih-alih sumbangan untuk keperluan pembelian cindera mata dan biaya Poto copy legalisir STTB/ Ijazah menjelang kelulusan anak didik murid kelas 6 SD pada tanggal 15 Juni 2022 lalu, pihak sekolah SD Negeri 63 OKU diduga tega memungut uang sejumlah Rp. 100 Ribu dari setiap wali Murid kelas 6.

Baca Juga :  Bantuan Indonesia Untuk Palestine Tiba di Bandara El Arish Mesir.

Perbuatan yang diduga telah mencederai dan merusak nama baik Dinas Pendidikan Kabupaten OKU ini, dibenarkan melalui pernyataan oleh dua orang petani warga Desa setempat (Desa Sukamaju, red) inisial P (43) dan H (40) wali murid dari anak kelas 6 SD lulusan tahun 2022, SD Negeri 63 OKU.

Saat ditemui wartawan sigap86 berita media ini, Sabtu (22/10/22), salah satu wali murid diatas menyebutkan terpaksa meskipun dengan berat hati harus menuruti kehendak pihak sekolah.

Hal tersebut lantaran sebelumnya wali murid yang mangaku sebagai buruh tani ini merasa takut tidak bisa mengambil ijazah anaknya, bila tidak membayar uang pungutan dalam bentuk sumbangan senilai Rp. 100 ribu yang telah ditetapkan.

“Waktu itu, sebelum sumbangan itu diadakan menjelang kelulusan anak kami, kami sempat diundang rapat datang ke sekolah, disana ada komite sekolah juga ,”ungkap salah satu wali murid, inisial P.

Baca Juga :  Negara Dirugikan 300 Jt. 2 (Dua) Pegawai Dinas Pertanian Ditetapkan Kejari OKU Sebagai Tersangka Tindak Pidana Korupsi.

Lalu, sambung dia, setelah rapat itu ditetapkan ada sumbangan Rp. 100 ribu yang katanya untuk membeli cindera mata sebagai kenangan murid kepada gurunya, dan untuk keperluan biaya Poto copy legalisir STTB Ijazah anak kami. Saya yang terakhir mengambil ijazah anak saya, karena waktu itu saya baru ada uang, dan uang tersebut hasil dapat ngutang ,”akuinya.

Menyikapi hal tersebut, Nuryono salah seorang aktivis di Kabupaten OKU yang mengaku lebih dulu mengetahui dari warga setempat (wali murid, red) akan adanya prihal dugaan pungutan yang dilakukan oleh sekolah SD Negeri 63 OKU mengatakan, jika dirinya (Nur, red) sudah pernah mendatangi dan bertemu langsung dengan kepala sekolah SD Negeri 63 OKU untuk meminta pertanggungjawaban terkait dugaan pungutan yang dimaksud.

“Setelah mendapat informasi dari wali murid di Desa ini, saya langsung mendatangi pihak sekolah untuk meminta pertanggungjawaban. Waktu itu saya berhasil bertemu langsung dengan kepala sekolahnya, namun kepala sekolah membantah jika pernah melakukan pungutan tersebut ,”terang Nur.

Baca Juga :  Semarak HUT RI Ke 78 Di RT 8 RS. Sriwijaya Baturaja Timur

“Untuk membuktikan kebenarannya, saya akan menindak lanjuti menyampaikan persoalan dugaan pungutan ini kepihak berwenang, baik itu ke Aparat Penegak Hukum (APH) maupun ke Ombudsman langsung. Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui, apakah jika ada pungutan di Sekolah Dasar Negeri di perbolehkan atau tidak dengan dasar undang-undang yang ada ,”tandas Nuryono.

Terpisah, menyikapi informasi yang ada, wartawan portal berita media ini mencoba mendatangi kepala sekolah SD Negeri 63 OKU meminta hak jawab akan kebenaran informasi yang didapat. Namun, saat didatangi Kepsek SD Negeri 63 OKU sedang tidak berada ditempat.

Di hari yang sama, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU juga sedang tidak berada ditempat ketika didatangi wartawan portal berita media ini. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.