Aktivis dan Elemen Masyarakat Oku Aksi di Kantor BPN Oku. Double Robet Satukan Suara

oleh -615 Dilihat

BATURAJA, SIGAP86.com – Berkaitan dengan adanya sikap arogan Kepala Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kab. OKU terhadap orator aksi damai sebelumnya, maka hari ini Senin ( 23-10-2023 ) Aliansi Masyarakat Peduli OKU bersama masyarakat eks KUD Minanga Ogan kembali menggelar aksi damai didepan kantor BPN Kab. OKU.

Aksi damai yang digelar hari ini selain diikuti oleh aliansi masyarakat OKU dan masyarakat eks KUD Minanga Ogan, juga diikuti oleh gabungan beberapa LSM, Ormas, dan media, diantaranya LSM RIB OKU, GARDA OKU, HIMAU OKU, BPLP, dan LSM Semar OKU, yang dihadiri oleh masing-masing ketua bersama beberapa anggotanya.

Adapun tuntutan massa aksi ke Kepala BPN OKU meliputi:

1. Meminta Kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten OKU Untuk Meminta MAAF Secara Terbuka Kepada Masyarakat OKU Terkait Sikap Arogansi dan Katat-Kata tidak Sopan yang telah di lontarkan kepada Massa Aksi Pada Pelaksanaan Aksi Eks KUD minanga Ogan Pada tanggal 19 Oktober Kemarin.

2. Meminta Kepala BPN OKU untuk Menyelesaikan dugaan Permasalahan Mafia Tanah yang ada di OKU dan tidak Memihak Kepada Oknum-Oknum tertentu.

3. Mencabut Sertifikat Tanah Eks KUD yang telah di Putus oleh MA dan Berkekuatan Hukum Tetap.

Baca Juga :  Ketua Markas Cabang LMP Kabupaten OKU Berikan Santunan Pada Panti Asuhan AS-SANIYAH Baturaja.

Diawal orasinya, masyarakat meminta agar Kepala BPN OKU segera hadir dihadapan massa aksi untuk berdialog dengan massa aksi. Selang beberapa waktu Rosidi, SH, MH selaku Kepala BPN OKU didampingi Fathoni menemui massa aksi.

Selaku orator aksi, Josi Robet menyampaikan mengenai ketersinggungan organisasi masyarakat OKU atas perbuatan yang tidak layak yang telah dilakukan oleh Kepala BPN OKU terhadap orator aksi beberapa waktu yang lalu, yang mana Kepala BPN OKU ketika itu berkata dengan nada arogan sambil menunjuk dan agak mendorong orator. Sambil mengarahkan telunjuk ke hadapan orator Kepala BPN mengatakan “tanah itu beli dari nenek kau”.

Melihat video yang beredar digroup WhatssApp Aliansi masyarakat OKU merasa tersinggung dan mengecam Kepala BPN OKU. Josi Robet saat menyampaikan orasinya menuntut agar Kepala BPN OKU meminta maaf secara terbuka dihadapan massa aksi dan meminta Kepala BPN segera mengakomodir tuntutan massa, salah satunya segera mematuhi putusan pengadilan mengenai pembatalan SHM.

Sementara itu, Robet Jerry Turnando dalam orasinya menyampaikan keberatan dan ketersinggungan pihak keluarga atas statmen Kepala BPN OKU diaksi damai sebelumnya dimana Kepala BPN OKU mengatakan bahwa tanah tersebut membeli dari neneknya. Statmen tersebut sangat tidak benar dan tidak berdasar serta tidak bisa dibuktikan oleh BPN, kata Robet dalam orasinya. Statmen itu adalah fitnah dan mencemarkan nama baik keluarga kakeknya.

Baca Juga :  PENYERAHAN TERSANGKA DAN BARANG BUKTI (TAHAP II) PERKARA “NARKOTIKA” 306 (Tiga Ratus Enam) PIL ECSTASY

Di lain pihak, Kepala BPN dihadapan massa aksi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat OKU atas sikafnya yang kurang pantas beberapa waktu yang lalu. “Saya menyadari ketika itu saya terbawa suasana sehingga sempat berlaku kurang baik, namun tidak ada niat sama sekali untuk menciptakan suasana yang kurang kondusif dan sempat terjadi ketegangan”, kata Rosidi. “Saya sebenarnya ingin menjadi teman dan sahabat untuk masyarakat OKU”, tutupnya.

Setelah melalui dialog yang cukup panjang, Kepala BPN OKU menawarkan untuk berdialog dan audensi didalam kantor diruang yang disediakan. Kepala BPN OKU meminta perwakilan massa untuk bersama-sama berdialog dan audensi didalam.

Dalam mediasi dan audensi didalam Kepala BPN membuat pernyataan maaf secara tertulis kepada masyarakat. Kepala BPN juga berjanji akan segera memproses kasus yang berjalan antara BPN dan pihak penggugat dalam hal ini H. Siswanto dan Robet Jerry Turnando, SH.

Baca Juga :  Mantan Kades Battu Winangun Ditahan Kejari OKU,Diduga Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah

Kepala BPN OKU berjanji akan menindak lanjuti masalah mafia tanah dengan mengandeng APH dan elemen masyarakat. Untuk persoalan pembatalan SHM Kepala BPN akan bersurat ke Kementerian Agraria karena SHM yang terbit atas SK Kanwil BPN Sumsel. Kepala BPN meminta waktu dua minggu untuk memproses semuanya.

Perwakikan massa meminta Kepala BPN OKU agar terbuka mengenai surat yang akan dikirim ke Kementerian karena massa harus tahu apa isi surat yang akan dikirim ke Kementerian. Hal ini sampaikan langsung oleh Josi Robet dan Robet Jerry Turnando dalam audensi.

Josi Robet juga mengatakan jika dalam waktu dua minggu persoalan belum juga selesaj maka akan kembali menggelar aksi.

Aksi damai di Kantor BPN OKU hari ini koordinatori oleh Robet Jerry Turnando, SH, dan dipercaya sebagai koordinator lapangan diantaranya Josi Robet, H. Muslimin, Bowo Sunarso, Ardiansyah, dan Jovy Oganda, SE.

Aksi damai mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Mapolres OKU dan Satpol PP OKU.

( JONI )

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.