Diduga Kepala SMP Negeri 23 OKU Kangkangi UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

oleh -1054 Dilihat

Baturaja, sigap 86.com- Kepala Sekolah menengah Pertama negeri 23 Ogan Komering ulu (OKU). adu mulut dengan 2 Wartawan di sekolah membuat geger media sosial. Perdebatan ini diduga karena itu ada liputan ada kejadian kecelakaan waktu perbaikan plafon di ruangan SMP Negeri 23 OKU, Minggu (16/10/2022).

Peristiwa ini terjadi di ruangan kepala SMP negeri 23 OKU, Perempuan bernama Wati yang merupakan kepala sekolah Dia tampak marah sekali alasannya wartawan selalu menggangu kerja kami hari ini sudah ada 5 wartawan yang datang ke sekolahan.” ujarnya wati sambil marah-marah Sabtu (21/01/2023).

Alasan kepala sekolah SMP negeri 23 OKU marah -marah ada kejadian kecelakaan menimpa seseorang buruh harian lepas waktu membenahi plafon ruangan di sekolahan SMP negeri 23 OKU kalau dak salah bulan September 2022 waktu itu ada 3 wartawan yang menanyakan kejadian sama pak Abdul Gani warga kampung sawah kelurahan Air gading kecamatan Baturaja barat kabupaten Ogan Komering ulu provinsi Sumatra Selatan .” kata Edo.

Baca Juga :  Bupati Dan Wakil Bupati OKU Selatan Virtual Bersama Presiden Joko Widodo Terkait Hasil Pilkada Serentak 2020

Jadi dari awal kejadian 2 orang wartawan mau ketemu dengan kepala sekolah satpam bilang ngisi buku tamu dulu pak lalu kami ngisi buku tamu, lalu tunggu dulu pak, satpam tadi menemui kepala sekolah, setelah itu keluar lah satpam tadi, ngajak kami nunggu di ruangan Guru, biarlah kami nunggu di sini aja, di tempat parkiran motor -+ 1 jam kami nunggu kepala sekolah, untuk pengajuan kerja sama langganan koran.” ujarnya edo.

Wati mengatakan kami keno tegur kami keno marah, oleh pak RT, ada Kamtibmas lengkap disini nih gara-gara bapak bertiga moto-moto kekelas melebihi aparat, melebihi kepolisian.”Ujar Wati dengan nada kasar.

Baca Juga :  KAPOLRES OKU SAMBUT KEDATANGAN KAPOLDA SUMSEL DI MAPOLRES OKU

Sikap kepala SMP Negeri 23 OKU yang arogan dengan nada tinggi menghujat wartawan seolah-olah Dia paling berkuasa saat menjalankan tugas di sekolahan, dari mulai perkataan yang seharusnya tidak pantas di ucapkan oleh seorang guru.

Sumpah seorang guru:
Bahwa saya akan berusaha untuk menjadi teladan dalam perilaku bagi peserta didik dan masyarakat menghormati; menaati dan mengamalkan kode etik guru Indonesia.

Barang siapa menghambat dan menghalangi kerja Wartawan dapat dipidana sebagaimana pasal 18 ayat (1) UU Pers Nomor 40 tahun 1999, yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan liputan wartawan di ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.”

Baca Juga :  Ketua DPD PAN OKU, YUDI PURNA NUGRAHA "YPN" Bantu Warga Penderita Sakit komplikasi Yang Sudah Parah

( Team ).

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.