Carut Marut Dunia Pendidikan, Ratusan Anak Sekolah Di OKU Terancam Putus Sekolah

oleh -1240 Dilihat

BATURAJA, SIGAP86.COM – Carut marutnya dunia pendidikan memberikan dampak dan ancaman bagi masa depan generasi muda. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dimana, Ratusan anak yang akan menempuh sekolah tingkat Pertama terancam putus sekolah lantaran ditoleh oleh pihak sekolah yang tidak jelas alasannya. meski Undang Undang Dasar mengamanatkan bahwa pendidikan wajib belajar 9 tahun merupakan hak bagi seluruh anak Indonesia dan dijamin oleh oleh pemerintah.

Sebuah kebijakan yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan. Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP N 1 OKU serta Merta menolak ratusan calon siswa baru yang menggunakan jalur Zonasi.

Jumat (7/7/23). Puluhan perwakilan calon siswa yang memanfaatkan jalur Zonasi mendatangi gedung DPRD OKU sebagai bentuk upaya mencari keadilan atas ditolaknya anak mereka dari jalur Zonasi meskipun mereka berdomisili sesuai dengan jarak zonasi yang ditentukan untuk masuk sebagai calon siswa di sekolah yang katanya sebagai sekolah unggulan di Kabupaten OKU.

Baca Juga :  Gabungan Tim Pencari Anak Hanyut Masih Terus Berlangsung

Sejak pagi sekitar pukul 09.00 Wib puluhan calon wali siswa berkumpul di gedung DPRD OKU untuk menghadiri undangan dari Komisi I DPRD OKU yang direncakan menggelar rapat bersama pihak SMP N 1 OKU. Namun sangat disayangkan, hingga tengah hari pihak sekolah tidak merespon panggilan resmi dari Komisi I DPRD OKU sebagai lembaga yang mewakili aspirasi masyarakat untuk berdialog dengan para calon siswa yang ditolak.

Dengan tidak adanya respon dan niat baik dari pihak SMP N 1 untuk memberikan penjelasan, puluhan calon wali siswa bersama Ketua Komisi I dan anggota Komisi I DPRD OKU mendatangi SMP N 1 untuk berdialog dan mencari kejelasan atas ditolaknya ratusan calon siswa dari jalur Zonasi yang mana berdasarkan data seharusnya diterima sebagai siswa.

Sesampainya di SMP N 1, lagi-lagi para perwakilan calon wali siswa dan sejumlah anggota DPRD OKU kecewa lantaran tidak satupun perwakilan guru yang berada di sekolah tersebut. Nampak seluruh pintuh kantor tertutup rapat dan terkunci.

Baca Juga :  Beranda Pemerintahan Pemkab OKUS Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pembongkaran Waterpark dan Penginapan Ranau Indah.

“Secara kelembagaan kami sudah mengundang pihak SMP 1 untuk hadir di gedung DPRD, namun tidak ditanggapi. Kami bersama para calon wali siswa berinisiatif mendatangi langsung SMP N 1. Tidak satupun pintu yang terbuka, bahkan kondisi sekolah ini pun kosong,” kata Yopi Sahruddin didampingi sejumlah anggota DPRD OKU lainnya diantaranya, Ledi Patra, Sahril Elmi, Erlan Abidin dan Ir H Syaifuddin AB.

Mendapati tidak adanya tanggapan dari pihak sekolah, Anggota DPRD OKU bersama puluhan perwakilan calon wali siswa bertolak menuju kediaman dinas Pj Bupati OKU untuk mencari solusi dan jalan keluar atas nasib ratusan calon siswa yang terancam putus sekolah lantaran tidak diterima di SMP N 1 OKU.

Sesampainya di depan gerbang rumah Dinas Bupati, jangankan untuk bertemu dan mengadukan nasib mereka, puluhan calon wali siswa yang saat itu beberapa diantara mereka membawa anaknya sebagai calon siswa. Mereka malah dihadang oleh petugas penjagaan untuk memasuki pekarangan rumah dinas Bupati.

Baca Juga :  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanggamus Gelar BANSOS

“Kami sebagai anggota DPRD OKU berhak untuk menyampaikan keluh kesah masyarakat kepada Bupati, kami disini bersama puluhan calon wali siswa ingin bertemu dan menyampaikan keluhan masyarakat terkait carut marutnya PPDB SMP N 1 OKU,” ungkap Yopi Sahruddin memberikan penjelasan kepada petugas jaga agar dapat diizinkan masuk ke dalam rumah dinas Bupati.

Sangat disayangkan, harapan para calon wali siswa kembali hambar lantaran saat itu, Pj Bupati OKU tengah tidak berada ditempat sehingga para calon wali siswa pun harus menunda perjuangannya dalam menuntut keadilan untuk anak mereka.

“Untuk diketahui, ada ratusan anak-anak yang menjadi kewajiban pemerintah dalam memberikan jaminan pendidikan bagi mereka, namun hari ini kita dipertontonkan oleh ketidak pedulian pemerintah Kabupaten OKU.” tutup yopy. ( Tim )

Editor Tanzimi

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.