Bendungan Perjaya Menjadikan Lumbung Pangan Untuk Masyarakat OKU Timur

oleh -1556 Dilihat

Foto udara Bendung Perjaya Kabupaten OKU Timur. (foto: Istimewa)
OKU TIMUR,Sigap86.com- Kabupaten OKU Timur menjadi salah satu daerah yang terkenal dengan sebutan lumbung pangan dengan produksi gabah dan beras terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Tak lain karena adanya Bendung Perjaya yang memberikan dukungan kelancaran suplai air dengan cakupan luas lahan pertanian yang mencapai puluhan ribu hektare.

Pelaksana Administrasi OPSDA II Bendung Perjaya, Gede Swarsane mengatakan, Bendung Perjaya yang terletak di Desa Perjaya, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, merupakan salah satu bangunan bendung terindah di Indonesia.

Bendung Perjaya bagian dari prasarana daerah irigasi Komering. Dengan membendung aliran Sungai Komering, yang merupakan anak Sungai Musi. Sehingga, airnya dapat mengairi Daerah Komering, Daerah Macak, Daerah Belitang, Daerah Bahuga, Daerah Muncak Kabau, Daerah Lempuing di Kabupaten OKI dan Daerah Way Kanan di Provinsi Lampung.

“Irigasi Bendung Perjaya mencakup daerah yang tersebar di 2 provinsi dan 3 kabupaten, ” Katanya, Sabtu (27/02/2021).

Selain untuk pengairan sawah, juga menjadi tempat rekreasi bagi warga sekitar, bahkan dari luar daerah kini, bendungan itu kokoh berdiri membentang sepanjang sekitar 100 meter memotong Sungai Komering, membentang jembatan yang dapat dilalui dua kendaraan roda empat bersimpangan.

Baca Juga :  Kebakaran Besar Terjadi di TPA Simpang Kandis Tak Kunjung Padam

Dari atas jembatan ini, gilar air Komering di waduk menjadi pemandangan seperti danau. Jembatan yang ada di atas pintu air digunakan sebagai tempat bersantai bagi masyarakat yang datang dari sekitar Bendung Perjaya. Serta, menjadi salah satu urat nadi kehidupan masyarakat daerah setempat.

Bendung Perjaya mempunyai total saluran sepanjang 825.515, 74 meter. Dengan rincian, saluran primer sepanjang 13.500,- meter (tiga belas ribu lima ratus meter) . Dengan saluran sekunder sepanjang 197.675,04 meter. Serta, saluran sub sekunder sepanjang 614.340,70 meter.

Dalam mendukung pertanian di 2 Provinsi dan 3 kabupaten.Pelaksanaan teknik OPSDA II Bendung Perjaya, Supriyadi menjelaskan, pihaknya hanya mempertahankan elevasi berada dikisaran 79-70 MpDL dari permukaan. Serta, tetap berupaya menjaga ekosistem Sungai Komering. Sehingga, tidak akan menggangu habitat kehidupan biota air. Serta, mengantisipasi terjadinya banjir di hilir Sungai Komering.

“Kami juga harus tetap mempertahankan maintenance Flow Sungai Komering ke hilir dengan minimal 35 Meter kubik per detik. Dengan menjaga ketersedian air yang menuju ke hilir Sungai Komering,” Katanya.

Lanjut Supriyadi, begitu juga halnya apabila telah datang musim tanam padi. Pihaknya berupaya menjaga ketersediaan suplay air yang menuju daerah pertanian. Sehingga, lahan pertanian dapat memperoleh suplay air yang cukup, hingga masa panen.

Baca Juga :  Operasi Sikat II Musi 2023 Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan

“Pada waktu musim tanam tiba, kami berupaya mengalirkan air ke irigasi dengan kisaran 50 meter kubik per detik, ” Paparnya.

Dengan terjadinya perubahan masa tanam padi, dari yang sebelumnya hanya dua kali dalam satu tahun, menjadi tiga kali dalam satu tahun. Supriyadi menjelaskan, pihaknya telah membahas hal tersebut melalui rapat komisi irigasi, yang melibatkan para perwakilan dari para petani.

“Sebelum terjadinya perubahan masa tanam ini, kami telah membuka rapat komisi irigasi. Supaya terlahir keputusan yang tidak akan merugikan siapapun, dan juga tidak merusak biota Sungai Komering, ” Imbuhnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU Timur, Bumi Sebiduk Sehaluan mempunyai luas panen padi 91.116,61 hektare pada 2019, dan pada 2020 meningkat seluas 7842,84 hektar menjadi 99.959,45 hektar.

Produksi padi di Kabupaten OKU Timur pada 2019 mencapai 575.340,17 ton, mengalami peningkatan pada 2020 mencapai 629.01,31 ton atau meningkat 53.661,14 ton.

Untuk Produksi Beras, pada 2019 mencapai 328.690,08 ton. Kemudian pada 2020 mengalami peningkatan sebanyak 30.656,44 ton menjadi 359.346,52 ton.

Baca Juga :  Dalam Rangka Menyambut HUT BHAYANGKARA Ke 77 Polres OKU Adakan Jalan Santai Dan Lomba Tarik Mobil AWC Polres OKU

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, M Husin mengatakan dalam rangka mewujudkan OKU Timur sebagai lumbung pangan Provinsi Sumatera Selatan dan mempercepat target pertanian di OKU Timur, di isi dengan penyuluh satu desa satu penyuluh pertanian. Seperti, tenaga berstatusn ASN berjumlah 72 orang, penyuluh pertanian swadaya sebanyak 97 orang, tenaga karyawan lepas PHL sebanyak 28 orang tenaga kontrak Pendamping pembangunan 3 orang dan Pendamping ekonomi pertanian sebanyak 194 orang.

Di sektor pertanian, produksi padi telah berhasil ditingkatkan dari 864 ribu ton gabah kering giling dengan luas panen 143 ribu hektar pada Tahun 2015 menjadi lebih dari 979 ribu ton produksi gabah kering giling dengan luas panen mencapai 164,8 ribu hektar pada 2020.

“Data terakhir menunjukkan bahwa surplus beras OKU Timur mencapai sekitar 577 ribu ton. Selain itu, OKU Timur telah memiliki lahan padi organik dengan produksi mencapai 213,4 ton gabah kering giling dan dengan luas tanam mencapai 37,4 hektar pada 2020,” imbuhnya.(Red/Nur).

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.