AZLAN KORBAN TENGGELAM DI IRIGASI OKU TIMUR DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA

oleh -776 Dilihat

MARTAPURA-SIGAP86.COM–  Muhammad Azlan Azziva (6), bocah yang menjadi korban tenggelam di aliran irigasi BK16 Desa Petanggan, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, Sumsel akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan cukup jauh dari lokasi dugaan awal tenggelam. Jasad korban ditemukan di aliran sungai Rengas, Desa Taraman Jaya, Kecamatan Sememdawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, pada Jumat (11/8), sekitar pukul 06.00 WIB.

Usman, seorang warga setempat yang hendak mengambil tajur pancing di Sungai Rengas, merupakan orang pertama yang menemukan jasad korban. Saat ditemukan, jasad korban mengenakan baju warna oranye dan dalam posisi telungkup.

“Ya, korban hanyut kemarin telah ditemukan di aliran sungai Rengas. Saat ini warga sedang membantu dalam proses evakuasi,” kata Kepala Desa Taraman Jaya, Fahrul, Jumat (11/8).

Fahrul menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari Usman, pukul 6.10 WIB, pihak desa segera menghubungi pihak kepolisian.

Baca Juga :  Upah Dibayar Tidak Sesuai UMP, Pekerja PT. BDRI Anak Perusahaan PT. SMBR Menuntut Keadil Dan Perlindungan Ke DPRD OKU

“Pagi-pagi tadi, saya menerima telepon dari warga kami, Usman, karena ia melihat ada mayat yang mengapung di tepi Sungai Rengas,” ungkap Fahrul.

Setelah menerima informasi tersebut, warga, petugas polisi, dan keluarga korban segera menuju lokasi penemuan jasad korban yang tenggelam.

“Alhamdulillah, saat ini jasad korban telah ditemukan. Saat ini, jenazahnya telah dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan,” lanjut Fahrul.

Kapolres OKU Timur, AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kapolsek Semendawai Suku III, AKP Lakher Tambunan, juga mengkonfirmasi penemuan jasad M Azlan. “Sudah ditemukan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, dua bocah tenggelam di saluran irigasi Bendungan Komering (BK) 16 di Desa Petanggan, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, pada Rabu (9/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban tersebut adalah Muhammad Azlan Azziva (6) dan Iqmal (4). Keduanya merupakan warga Desa Trimorejo, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Polsek Blambangan Umpu Dan UPT Puskesmas Bumi Baru Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Keliling

Iqmal sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (9/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres OKU Timur, AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH, yang diwakili oleh Kapolsek Belitang II, AKP Zahirin, membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya, kami dan tim turun langsung bersama warga untuk melakukan pencarian,” kata Kapolsek Belitang II, AKP Zahirin, Kamis (10/8).

 Dia menjelaskan kronologi kejadian. Pada Rabu (9/8) sekitar pukul 17.00 WIB, kedua korban bermain bersama.

Namun, menjelang magrib, keduanya belum pulang. Pukul 17.30 WIB, orang tua korban mencari anak-anaknya di sekitar lokasi bermain.

Kemudian pada pukul 18.30 WIB, sendal anak korban ditemukan di tepi saluran irigasi BK. Karena curiga bahwa anaknya mungkin tenggelam di irigasi tersebut, orang tua korban meminta bantuan warga, Polsek Belitang II, dan Polsek SS3.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Belitang II, AKP Zahirin, bersama dengan timnya melakukan pencarian di sekitar tempat kejadian dan menemukan sendal anak korban.

Baca Juga :  Selesai Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Masjid Al – Ikhlas Desa Gunung Meraksa, Ketua DPRD OKU Kunjungi Pondok Pesantren Tahfizh Raudhatul Qur’an

“Pukul 20.00 WIB, jenazah Iqmal ditemukan sekitar 1 km dari lokasi awal, dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” jelas AKP Zahirin.

Sementara itu, jasad Muhammad Azlan Azziva belum ditemukan saat itu. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD OKU Timur, Basarnas, dan warga terus melakukan pencarian.

Dari analisis yang dilakukan, korban diperkirakan bermain dekat dengan lokasi kejadian. Kemungkinan, korban mencoba mencuci kakinya di saluran irigasi setelah bermain, tetapi karena pinggir irigasi yang licin, korban terpeleset dan jatuh ke dalam aliran air yang deras, mengakibatkan tenggelam.

Selama proses pencarian jenazah, cuaca cukup cerah, namun arus sungai yang deras dan debit air yang tinggi, ditambah dengan kondisi air yang keruh, membuat penemuan korban menjadi lebih lambat. (Jn)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.