Ada Apa Dibalik Misteri Lahan TPA Simpang Kandis

oleh -1472 Dilihat

Baturaja OKU,sigap86.com – Lahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Simpang Kandis, yang memiliki luas 33,4 hektar di Dusun Simpang Kandis, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, dan dimiliki oleh Pemkab OKU sejak tahun 2006, masih belum memiliki sertifikat resmi hingga saat ini. Hal ini menjadi perhatian masyarakat karena ada klaim dari beberapa warga terkait hak kepemilikan atas sebagian lahan tersebut, meskipun sudah lama dibeli oleh Pemkab OKU.

 

Ketidak mampuan untuk mengeluarkan sertifikat lahan TPAS Simpang Kandis telah menghambat proyek pembangunan bak penampungan sampah, bahkan memaksa pemerintah pusat untuk membatalkan bantuan pembangunan tersebut dua kali. Mencermati situasi ini, pada Juni 2023, Pemkab OKU memutuskan untuk mencari bantuan hukum melalui Kejaksaan Negeri OKU.

Baca Juga :  Meperingati HKG PKK ke-52 Tahun 2024, TP PKK OKUS Ikuti Gertam Cabai Serentak Seluruh Indonesia.

 

Kasi DATUN Kejaksaan Negeri OKU, Ajie Martha, SH., telah mengonfirmasi permintaan pendampingan hukum dari Pemda OKU. Dalam pernyataannya, Ajie Martha menyatakan bahwa Kejaksaan OKU akan bekerja keras untuk menyelesaikan sengketa lahan TPAS Simpang Kandis sesuai dengan permintaan Pemda OKU.

 

Menurut Ajie, permasalahan ini telah berlarut-larut selama tujuh belas tahun karena adanya klaim warga atas lahan tersebut. Kejaksaan OKU telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemda OKU, untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan ini. Ajie yakin bahwa masalah ini akan segera terselesaikan, dan sertifikat untuk lahan TPAS Simpang Kandis akan segera dapat diterbitkan, mengingat pentingnya lahan ini untuk menjaga kebersihan di Kabupaten OKU. ( * )

Baca Juga :  Bersama Pemerintah MUI Siap Bangun Masyarakat Oku Selatan Yang Religius.

 

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.