Kebakaran Hutan dan Lahan Mengkhawatirkan di Kabupaten OKU. Pemerintah dan Penegak Hukum Bersatu Berantas Karhutla

oleh -551 Dilihat

BATURAJA, OKU

SIGAP86.COM – Kebakaran hutan dan lahan yang meresahkan di Kabupaten OKU telah memicu perhatian serius seluruh pemangku kepentingan di daerah ini. Pada Sabtu, tanggal 30 September 2023, Polres OKU mengadakan rapat lintas sektoral di Ruang Multimedia Wichaksana Leghawa Polres OKU. Rapat ini dihadiri oleh PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah, Kapolres OKU AKBP Arif Harsono, Dandim 0403 OKU Letkol Inf Harri Feriawan Rumawatine, Kepala BPBD OKU Drs Yanuar Effendi, Kepala Damkar OKU Aminilson, serta pejabat tinggi Polres OKU, para camat, dan kepala desa/lurah se-Kabupaten OKU.30/09/23.

Baca Juga :  Korban Akibat Gempa 5,6 Di Cianjur Saat Ini, Meninggal 20 Orang dan 300 Luka Luka 21 November 2022

 

Dalam sambutannya, PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi kebakaran di Kabupaten OKU. Ia mengingatkan bahwa dari data satelit, tingkat kebakaran masih meningkat dan mengkhawatirkan.

 

Teddy menyampaikan bahwa tanpa tindakan mitigasi atau upaya penanggulangan yang tepat, situasi ini dapat memburuk. Contohnya, TPA simpang Kandis sudah terbakar selama 6 hari dan masih belum dapat dipadamkan karena api terperangkap dalam tumpukan sampah yang tebal.

Pj PJ Bupati OKU   Teddy Meilwansyah

 

Baca Juga :  Gubenur Sumut Dan SMSI Sumut Minta Kepolisian Ungkap Penembakan Marsal

“Pemerintah Kabupaten OKU telah mengambil berbagai langkah, termasuk himbauan kepada masyarakat untuk menghindari pembakaran hutan dan lahan. Kami telah membentuk satgas Karhutla dengan anggota gabungan dari pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan pemerintah desa. Bahkan, kami telah berdoa untuk hujan dalam shalat Istisqo,” tambah Teddy.

 

Teddy berharap agar satgas ini aktif memantau situasi dan mendorong inovasi-inovasi untuk mencegah karhutla.

 

Sementara itu, Kapolres OKU AKBP Arif Harsono menjelaskan tentang sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan, termasuk hukuman penjara dan denda yang dapat mencapai miliaran rupiah. Kapolres menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran, perubahan pola bercocok tanam, dan kewaspadaan terhadap individu yang mencurigakan terlibat dalam pembakaran.

Baca Juga :  Polres OKU Beri Santunan Anak Yang Alami Stunting

Kapolres Oku  AKBP Arif Harsono SIK.MH

 

“Kita mohon kepada masyarakat Kabupaten OKU agar tidak membakar hutan dan lahan, karena ada konsekuensi hukum yang jelas,” kata Kapolres Arif Harsono. (*)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.