TIGA KECAMATAN DI OKU SELATAN TERISOLIR AKIBAT LONGSOR

oleh -828 Dilihat

 

MUARA DUA,SIGAP86.COM -ujan deras yang mengguyur Desa Kemu Ulu, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, membuat jalanutama desa tersebut tertutup longsor, Selasa (18/7) dini hari.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, jalan yang menjadi akses utama menuju Kota Muara Dua tersebut tertutup material tanah dan bebatuan hingga panjang 10 meter dan lebar empat meter dengan ketinggian 1 meter.

Akibat tertutupnya jalan tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat tak bisa melintas.

Baca Juga :  Pejabat Bupati OKU Ajak Warga Pantau Bersama Usulan, Ini Tujuannya

Sehingga, kondisi tersebut membuat tiga kecamatan terisolir. Yakni, Pulau Beringin,Kecamatan Sindang Danau dan Kecamatan Sungai Are terisolir.

“Akibat longsor, akses jalan tertutup total. Kendaraan tidak bisa melintas,” kata Kepala BPBD OKU Selatan, Koni Ramli, Selasa (18/7).

Terputusnya akses jalan Desa Kemu lanjutnya, berimbas juga pada penumpukan kendaraan atau kemacetan panjang hingga lebih dari 10 kilo meter.

Sebagain besar kendaraan roda dua yang berupaya melewati tumpukan material longsor, terpaksa harus menggunakan tandu.

Baca Juga :  Puluhan Hektar Kebun Warga Terbakar, Kepala Desa Terjun ke Lokasi Bersama Warga Padamkan Api

“Hingga Selasa pukul 15: 00 WIB, akses jalan masih terputus dan belum bisa dilalui khususnya kendaraan roda empat,” imbuh Ramli.

“Saat ini kami melalui tim gabungan BPBD, Tagana, TNI, Polri dibantu juga warga setempat, masih berupaya untuk membersihkan material longsor. Saat ini sudah ada satu alat berat diturunkan,” bebernya.

Disisi lain, atas terjadinya bencana tanah longsor ini, Pemda OKU Selatan melalui BPBD OKU Selatan terus melakukan imbauan kepada masyarakat OKU Selatan untuk waspada.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres OKU Ungkap Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

Mengingat kondisi wilayah OKU Selatan yang masih dalam status curah hujan tinggi, dan berpotensi terjadi banyak bencana. Baik itu tanah longsor hingga banjir bandang.

“Terutama warga yang tinggal diwilayah perbukitan dan DAS (Daerah Aliran Sungai). Kami terus imbau, jika terjadi curah hujan tinggi untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. ( Ryn )

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.